Dalam dunia ilmu pengetahuan segala macam hal bisa kita jadikan ilmu, seperti ilmu teknologi yang bisa kita jadikan pembelajaran dengan tujuan untuk mempermudah pembiasaan diri pada hidup seseorang. Jika kita membahas bagaimana sebuah pembiasaan diri, tentunya waktu terbaik dalam membentuk karakter seseorang adalah dengan membuat kebiasaan sejak usia dini. Kalau kalian merasa bahwa pendidikan pada saat usia dini bukanlah hal yang penting, maka itu adalah kesalahan pertama terbesar anda dalam kehidupan seorang anak. Terdengar berlebihan bukan? Namun memang benar itulah kenyataannya.

Kita bisa bandingkan orang orang yang sering kalah berjudi dan terbawa emosi, dengan pemain slot online handal yang tetap tenang ketika bermain. Hal tersebut cukup terpengaruh dari kebiasaan mereka sejak kecil, karena memang seorang anak bagaikan sebuah sponge yang mampu menyerap segalanya dengan kuat namun tanpa memfilter apapun yang mereka serap. Percaya atau tidak, diri kita sekarang ini adalah sebuah hasil pembentukan karakter sejak saat masih kecil. Hal tersebut masuk kedalam perkembangan emosi dan sosial yang terjadi pada anak.

Pentingnya Memahami Ilmu Pendidikan Anak Usia Dini

Sebenarnya tidak hanya perkembangan emosi pada anak saja yang mampu membentuk karakter seseorang ketika dewasa nantinya. Aspek perkembangan anak ada beragam dan semua perkembangan tersebut saling bersinggungan sehingga ada baiknya kita sebagai orang dewasa memahami hal tersebut. Perlu kamu ketahui bahwa ternyata usia seorang anak dalam ilmu pendidikan sudah dihitung sejak dalam kandungan. Dengan memberikan stimulus pada kandungan si ibu seperti dengan memperdengarkan musik, mengajak cabang bayi berbicara.

Ternyata menjadi ingatan alam bawah sadar sang anak sehingga mampu mempengaruhi kehidupannya saat dewasa nanti. Makanya tidak heran kalau ada banyak mitos bahwa saat ada ibu hamil jangan ucapkan kata-kata kasar karena bisa terserap oleh cabang bayi. Banyak orang tidak percaya pastinya, padahal hal tersebut benar adanya dan baru akan kalian sadari ketika anak beranjak dewasa. Untuk itu minimal seorang ibu atau calon pendidik sangat penting untuk mengetahui perkembangan emosi yang mampu mempengaruhi perkembangan anak lainnya.

Perkembangan Emosi Anak Yang Penting Untuk Masa Depan

Berikut ini adalah perkembangan emosi beserta penjelasan dalam tahapan tersebut:

Trust Vs. Mistrust (0-12 Bulan)

Perkembangan anak yang akan membentuk sifat anak apakah akan terbuka atau tertutup. Stimulasi serta rangsangan akan terbentuk melalui tangisan sang bayi. Orang tua diharapkan mampu memberikan rasa percaya pada anak agar saat dewasa sang anak tidak menjadi seorang penyendiri yang tidak percaya pada siapapun.

Outonomy Vs. Shame and Doubts (1-3 Tahun)

Perkembangan anak ini akan menentukan sifat serta sikap anak pada saat penyelesaian masalah atau tampil di depan umum. Pada tahapan ini orang dewasa diharapkan tidak membuat anak malu apabila anak melakukan kesalahan. Seperti ketika seorang anak jatuh atau pup dicelana, jangan buat anak malu dengan menertawakan atau bersikap terlalu khawatir. Tegarkan anak dengan memberikan jalan keluar yang tepat tanpa emosi, sehingga mereka tidak merasa seperti dipermalukan ditempat umum.

Initiative Vs. Guilt (3-6 Tahun)

Pada tahapan ini orang tua perlu merespon baik segala bentuk inisiatif anak yang sedang pada masa tantrum dan eksplorasi. Apabila inisiatif sang anak salah, jangan berlebihan saat memberitahukan anak. Bersabar dan tetap tenang karena jika anda tidak memberikan stimulus yang tepat maka anak akan berkembang dengan sifat selalu merasa bersalah.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *