Menuntut Ilmu tidak kenal usia; “Pelajari seorang pemuda sebagai ukiran batu, dia belajar di masa lalu sebagai lukisan di dalam air”. Itu kata pepatah. Tentu saja, tujuannya adalah untuk memotivasi kaum muda untuk belajar dan belajar secara aktif. Orang-orang muda harus digunakan, sebaik mungkin untuk melengkapi dengan sains. Namun, itu tidak berarti bahwa orang yang memasuki usia malam tidak harus menuntut ilmu kesehatan paling populer sejak dini. Banyak orang yang lansia, hindari kewajiban untuk belajar cara mengubah pepatah ini. Menurut mereka, usia tua telah dibebaskan dari kewajiban untuk belajar karena ingatannya tentang pikirannya tidak lagi mampu.

Menuntut Ilmu Tidak Mengenal Batasan Usia

Seorang imam abad pertengahan yang hebat, Imam Hasan al-Bashri pernah meminta seseorang yang berusia 80 tahun, “Apakah lelaki tua itu pantas mendapatkan sains?” Membutuhkan sains adalah “roh” seumur hidup. Siapa pun yang masih dianggap layak untuk dijalani, Anda harus belajar dan meningkatkan pengetahuan Anda. Imam al-Hasan menekankan bahwa tidak ada batasan usia untuk menuntut sebuah ilmu pengetahuan. Hanya Cak Lenong, satu-satunya di dunia ini, yang melarang orang menuntut sebuah ilmu pengetahuan.

Pentingnya Menuntut Ilmu Untuk Semua Kalangan Usia

Tidak ada istilah ‘terlalu muda’ dalam prestasi ukiran, begitu juga istilah ‘terlalu tua’ untuk belajar memainkan permainan daftar sbobet online. Ekspresi tampaknya sangat tepat untuk menggambarkan orang-orang luar biasa. Salah satunya adalah Ode Muhammad Sidik, S.Pd. Meskipun dia berusia 85 tahun, dia masih menjadi roh universitas, dan baru saja menyelesaikan gelarnya di Universitas Muhammadiyah Buton (UMB) Baubau, kota Sulawesi Tenggara Baubau.

Namun, itu tidak berarti bahwa orang yang telah memasuki usia matahari terbenam bertanggung jawab untuk belajar. Banyak orang yang berusia, berlindung dari kewajiban belajar dengan ungkapan ini. Menurut mereka, usia tua telah dibebaskan dari kewajiban untuk belajar. Karena ingatan Anda tidak dapat lagi merekam pelajaran. Selain dukungan orang tua kepada generasi termuda, pemerintah juga berkewajiban untuk memecahkan sistem pendidikan yang ada dan menyediakan fasilitas pendidikan yang mencapai semua tingkatan masyarakat di Indonesia. Ini juga didasarkan pada generasi muda yang cerdas dan berbakat adalah jaminan masa depan bagi suatu bangsa.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *