Ilmu Pengetahuan Astronomi Dianggap Sebagai Ilmu Paling Tua

Astronomi adalah tidak benar satu pengetahuan pengetahuan tergolong tertua di dunia. Mengapa demikian, apa buktinya dan sejak kapan pengetahuan astronomi ini ada di tengah masyarakat dunia? Berikut lebih dari satu fakta perihal jaman perkembangan astronomi sebagai tidak benar satu pengetahuan pengetahuan tertua di dunia. Mengingat bahwa seuruh ilmu pengetahuan akan terus berkembang, sama halnya dengan pemahaman pada ilmu pengetahuan teknologi komputer.

Masa Takjub Bersama Panorama Langit

Mengenai perihal ini, Peneliti di Pusat Penelitian Sains Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Andi Pangerang Hasanuddin mengatakan, ada lebih dari satu indikasi atau aspek yang meyakinkan para ahli bahwa astronomi memang telah diketahui oleh manusia sejak zaman purba. Sejak jutaan tahun silam, pengetahuan pengetahuan yang sebelum akan dikenal sebagai astronomi, manusia purba yang tinggal di padang sabana Afrika.

Diketahui telah memandang panorama langit malam yang bertabur bintang dan berhiaskan cahaya Bulan. Pemandangan berikut nyatanya tidak jauh berbeda bersama pemandangan-pemandangan langit waktu ini. “Meskipun mereka (manusia purba) lebih kerap menyaksikannya bersama rasa takjub dibandingkan bersama manusia moderen waktu ini,” kata Andi.

Masa Merasa Mempelajari Pergerakan Bintang

Kendati manusia purba telah merasa takjub bersama memandang panorama langit, maupun fenomena bulan dan bintang di langit malam, tetapi, keilmuan astronomi atau pengetahuan pengetahuan ini terhitung tetap terjadi di dalam proses yang panjang. Pertama, mereka mengerti lebih-lebih dahulu bintang-bintang di langit sebagai panduan untuk kegiatan mereka sehari-hari.

Kemudian barulah manusia purba merasa bisa mengerti pergerakan bintang-bintang tiap tiap hari, dan tiap tiap tahunnya. Adapun, sekelompok manusia nomaden yang tinggal di padang sabana Afrika menjadi yang pertama kali mencatat pergerakan bintang-bintang di situs Nabta Playa. Catatan pergerakan bintang ini, barangkali menjadi tidak benar satu pengetahuan pengetahuan perihal astronomi yang pertama kali terdokumentasi.

Ini ditunaikan manusia nomaden pada kisaran 7.000 tahun silam. Sebagai informasi, manusia nomaden Afrika adalah sekelompok pemburu tertua di situs Nabta Playa. Situs ini sendiri dibangun oleh mereka untuk menandai Solstis Utara dan penanda musim lainnya yang digunakan untuk menjamin ketersediaan air dan makanan di dalam grup mereka.

“Pengamatan ini menandai awal berasal dari kemunculan pengetahuan astronomi sebelum akan pada akhirnya menjadi semapan saat ini ini. Tidak hanya di dalam astronomi saja, telaten keilmuan lainnya terhitung membutuhkan pengamatan ribuan tahun lamanya agar menjadi seperti saat ini ini” imbuh Andi.

Masa Pengamatan Astronomi

Para astronom sangat percaya situs Nabta Playa menjadi tonggak pengamatan astronomi sebelum akan disusul oleh peradaban kuno seperti bangsa Mesir, Amerika Tengah, India, Tiongkok, Barat (Eropa) dan Nusantara (Indonesia). “Pengamatan dan perbendaharaan perihal astronomi ini menjadi perlu sebab bisa menolong tattanan masyarakat agraris yang terhitung maju di waktu itu,” jelasnya.

Dahulu, manusia purba memberikan manda benda-benda langit sebagai entitas religius yang dipercayai bisa membawa mereka ke alam baka. Manda merujuk pada kata, segala suatu hal yang dibendakan. Tidak hanya itu, pengamatan dan pencatatan yang manusia purba itu melakukan tetap tetap mereka kaitkan bersama kondisi alam di sekitar mereka. Sehingga, mereka bisa memprediksi kejadian-kejadian perlu di jaman depan.

Diantaranya tetap kami melakukan saat ini yaitu memprediksi kapan terjadinya awal musim hujan maupun waktu panen tanaman yang mereka tanam sebab kejadian-kejadian ini secara tertib akan konsisten berulang, cocok bersama hasil pengamatan mereka selama itu. Namun, bersamaan berjalannya waktu jadi banyak manusia berasal dari beraneka belahan dunia yang bisa mengerti dan memaknai panorama atau fenomena pergerakan benda-benda langit tersebut, yang disebut bersama astronom.

Kebutuhan akan ahli astronomi ini pun jadi ramai. Perkembangan astronomi dapat dukungan terhitung bersama kecanggihan teknologi, turut andil menolong para astronom jadi membuat peradaban agraris di seluruh dunia menjadi tumbuh pesat, sebelum akan tergantikan oleh peradaban mekanis dan industrial seperti waktu ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *